Showing posts with label Tips Aku. Show all posts
Showing posts with label Tips Aku. Show all posts

Tuesday, November 13, 2012

Finger Tuttingan yukk !!

Finger tutting apa sih?
Nih ya.. yang pada nggak tahu, aku kasih tahu deh.. akunya kan baik dan nggak sombong juga suka berbagi ilmu dong..
Finger Tutting itu minuman yang bisa bikin kadar kejombloan kalian berkurang, alias cepet laku.
Harganya murah.. cuma Rp. 5.000 doang, dari pada buat beli pulsa yang cuma dipake ngenet sehari abis, karna buat ngestalking, mending kan buat beli ini udah nggak bikin haus karna abis nguntitin si kunti yang bermesraan sama genderuwo dan juga kamu bisa pamer status baru sama mereka, nggak cuma mereka aja yang bisa berpasangan, kamu juga bisa. Ya nggak mblo..

Oke.. penjelasan, uraian diatas lupakan saja. Karna itu hanyalah ekspetasi sesaat yang muncul di saat waktu-waktu si jomblo mulai kronis. Disaat daya imajinasi yang menguap membesar dan kerealistisan yang menyusut.

Nih ya.. Finger Tutting itu jenis tari yang menggunakan jari sehingga membentuk tarian yang indah. Jangan bayangkan seperti tarian salsa atau jaipong ataupun reog.
Kalo kamu bisa nih ya.. pasti keren deh.. kadar kejombloan kamu juga berangsur-angsur pasti berkurang.

Yang belum pernah liat atau belum tahu boleh nih liat contoh



Pernah liat iklan corneto? Disitu juga ada tuh.. si cowok maenin topping coklatnya di jari sambil si jari menari-nari.. Belum pernah liat karna gak ada tv? atau listrik dirumah kamu mati terus?
Kasian.. Boleh deh liat disini

Read More

Tuesday, November 6, 2012

Menulis itu Gampang !

Menulis itu memang nggak gampang, butuh daya imajinasi yang kuat juga improvisasi disetiap karakter dan situasi yang akan ditulis, sehingga para pembaca juga ikut terhanyut dalam sebuah cerita didalamnya. Tidak hanya itu, sebuah tema dan alur juga mendukung keberhasilan setiap tulisan kita.
Sebelum memikirkan itu semua, apa kamu pernah coba-coba untuk menulis? entah itu sebuah cerpen ataupun novel?
Suatu hari kamu punya ide untuk buat cerita, terus kamu mencoba menuangkannya dalam sebuah tulisan dan kamu akhirnya menulis. Menulis dan menulis sesuai apa yang ada dipikiran kamu, tapi ternyata di tengah-tengah kamu berhenti, karena kamu nggak ada mood dan juga udah bingung gimana kelanjutan ceritanya. Nah.. kalau sampai seperti ini, maka tulisan kamu nggak bakal selesai. Mau nunggu sampai kapan? Menunggu mood kamu kembali? Tapi kamu nggak tau kan mood kamu kembalinya kapan. Mungkin bisa sebulan, setahun atau malah beberapa tahun.
Tadi pagi, aku men-stalk sebuah timeline twitter seorang penulis.
Dia udah menulis banyak buku, dan tulisan-tulisannya banyak di publikasiin oleh majalah-majalah dan surat kabar harian.
Iya.. dalam akun twitter nya namanya @69 (benzbara).
Tau dong Radio Galau FM yang udah di jadiin film, itu bukunya juga yang menulis kakak satu ini lho. Dan baru-baru ini bukunya yang Kata Hati katanya juga mau di bikin film. Waaah.. keren ya !!
Nah.. tadi pagi kakak @69 (benzbara) ini kasih beberapa tips, buat kamu yang pengen nulis.
Oke langsung saja.. Tips dari kakak Bara dengan hastag #nulis #disiplin #outline :)
 
 @69 (benzbara)
 
 
  1. Saya bicara dalam konteks novel ya. Karena tulisan dalam format ini yang sangat membutuhkan - sebab panjang.
  2. Sama kayak ngerjain skripsi (eaaa... Pasti banyak yg tersinggung), novel juga harus (1) Pasang target.
  3. Pasang target kamu ingin menyelesaikan novelmu kapan. Sebulan dari sekarang? Dua bulan? Tiga bulan?
  4. Perkara nanti target itu tercapai atau tidak, urusan belakangan. Yang penting kamu sudah punya patokan waktu.
  5. Dengan memiliki target, kamu otomatis akan berusaha mencapai target tersebut. Kamu punya goal, punya arah.
  6. Setelah pasang target waktu, pasang target halaman. Rata-rata novel 80-150 halaman. Kamu ingin setebal apa novelmu?
  7. Perkara nanti jadinya melenceng dari target, menjadi lebih tebal atau kurang, yang penting kamu punya target dulu.
  8. Misal novel kamu setebal 120 halaman A4. Kamu tiap hari cukup 2 halaman, 2 bulan novel kamu udah jadi.
  9. Beruntung kalau misalnya ada hari yang kamu bisa lebih dari 2 halaman, target kamu akan tercapai dengan lebih cepat.
  10. Saya menghukum diri saya untuk lebih banyak halaman, jika di hari sebelumnya saya tidak menulis sama sekali.
  11. Kebingungan di tengah jalan saat itu pasti. dan target itu lah yang memacu kamu untuk terus berpikir. |
  12. Kalau kamu nggak 'memaksa' diri kamu untuk membuat target dan mencapainya, saya tanya deh, kapan novel kamu mau kelar?
  13. Susah? Ya emang. Siapa bilang novel itu gampang.
  14. Kalau susahnya bikin kamu berhenti novel kamu, ya silakan. Kalau mau selesai, ya teruskan. Your choice.
  15. Mau ngikutin kehendak hati dan so-called-mood? Silakan. Kabarin saya kalau novelnya udah jadi ya. |
  16. Banyak yang ngeluh di tengah jalan suka bingung nentuin ending. Itu karena kamu nggak punya dasar cerita dan kerangka.
  17. Nah ini jadi loncat ke topik lain ya. udah cukup tadi, sekarang pindah ke kerangka novel, atau .
  18. "Bang, gue suka bingung nentuin ending gimana." ... "Bang, di tengah jalan suka bingung mau ke mana." - Kamu punya belum?
  19. Sebelum mulai sebuah novel, kamu bikin sinopsis dulu. Ringkasan cerita dari awal hingga akhir.
  20. Kalau sudah bikin sinopsis (yang isinya adalah ringkasan cerita hingga akhir) mestinya nggak bingung lagi endingnya gimana.
  21. Perkara nanti di tengah jalan kamu mau mengubah endingnya, nggak masalah. Yang penting kamu sudah punya patokan dulu.
  22. Setelah punya sinopsis, kamu 'pecah' sinopsis tersebut menjadi - Outline adalah ringkasan isi tiap bab. Kerangka.
  23. Dengan , cerita kamu menjadi lebih terarah, sistematis, dan meminimalisir kebingungan yang kamu keluhkan tadi.
  24. Secara singkat, adalah gambaran adegan tiap bab dalam bentuk poin-poin. Ini contoh sederhananya:  
  25. Ini adalah contoh lain dari  
  26. Ibarat tukang jahit, itu semacam polanya. Kamu sulit menjahit pakaian tanpa membuat polanya terlebih dahulu.
  27. Ibarat tubuh manusia, itu semacam kerangka, tulangnya. Tubuh kamu nggak akan bisa berdiri tegap tanpa tulang.
  28. Bahkan orang yang mengaku menulis dengan spontan pun, tetap membutuhkan atau kerangka cerita.
  29. Tidak memiliki itulah yang membuat kamu sering kehilangan arah dalam menulis novel.
  30. Jadi, tahap yg saya lakukan adalah: Membuat sinopsis >> memecahnya jadi poin-poin dalam >> menguraikannya jadi cerita.
 
 
 
Read More
Powered by Blogger.

Translate

Blog Archive

Teman