Showing posts with label Tulisan Aku. Show all posts
Showing posts with label Tulisan Aku. Show all posts

Monday, August 8, 2016

Menulis Itu Tidak Mudah


sumber: google
Saya yakin, banyak orang yang ingin menjadi seorang penulis. Apalagi menjadi seorang penulis yang best seller, dimana karya-karyanya banyak peminatnya dan diburu di setiap toko buku yang ada.
Dan akhir-akhir ini banyak sekali bermunculan para penulis muda, pemula yang mulai mencapai ketenarannya.

Tentu banyak sekali dari pembaca yang mengenal Raditya Dika. Kebanyakan novel Raditya Dika ini menjadi best seller dan sebagian besar telah dibuat film. Wow.. ini adalah pencapaian yang luar baisa. Dia hanya memulai menulis dengan bercerita tentang kesehariannya dan kemudian di post pada sebuah blog yang akhirnya menjadi sebuah buku.

Bukan hanya Raditya Dika, ada pula penulis-penulis sukses karena karyanya banyak dibaca pada sebuah website yang bernama wattpad. Bukan hal baru lagi, banyak sekali para penulis amatir yang menuangkan ide dan karyanya disini. Jika kalian suka menulis, kalian tentu saja boleh mempostingnya pada website ini. Jika karya kalian cukup bagus dan menarik minat baca banyak orang, tentu saja akan ada editor yang tertarik untuk membukukan karya kalian. Ini merupakan suatu keuntungan yang cukup lumayan. Selain berangan-angan karya akan di publikasikan, tentu saja kalian harus memulai sebuah karya itu.

Nah inilah yang disebut proses menulis. Proses menulis ini yang harus menjadi konsistensi seorang penulis. Proses dimana keberlanjutan menulis harus konsisten. Bukan mood-mood an. Karena menulis adalah proses kreatif untuk membuat sebuah karya dari hasil pemikiran, perenungan dan keberanian untuk dituangkan dalam tulisan.

Kadang, banyak penulis yang mengalami Writer's Block. Saya salah satunya. Saya sedang mencoba membuat sebuah novel. Tapi novel itu sudah berumur 3 tahun dan tidak selesai-selesai. Ini karena ketidakkonsistensi saya untuk melanjutkan. Saya selalu merasa tidak mood jika ide kurang cemerlang, kadang juga merasa sibuk sekali sehingga draft novel itu tak tersentuh. Banyak sekali alasan sehingga draft itu tetap jalan di tempat. Kadang disini, saya merasa sedih.

Butuh tekad yang kuat dan kemauan yang tinggi untuk menyelesaikannya. Jangan biarkan rasa mood menguasai. Coba untuk brainstorming. Ide bisa berasal dari mana saja. Jangan pilih-pilih. Cukup pilih satu dan jabarkan, uraikan. Yang terpenting adalah jalankan ide itu, dan buat sebuah karya.


Karena sebuah tulisan akan diakui jika itu sudah dikemas dengan cukup baik dan tentu saja sudah terselesaikan.
Jadi, sudah sampai mana tulisan kalian? Jangan pernah menyerah karena takut tulisan itu jelek, ingat first draft is shit.

Read More

Monday, September 15, 2014

Rinduku Tak punyai Tempat Bernaung


Aku berjuang melawan rindu
Aku berjuang melawan rasa yang tak seharusnya nampak
Aku berjuang dengan sisa-sisa keletihanku
Tetes-tetes keringat yang penuh asa, tak menjadi arti lagi
Tetes-tetes keringat lalu menguap tak berbekas
Aku tak yakin ingin
Aku tak yakin sampai
Rinduku, piluku
Harusnya kau tak muncul
Hingga sesuatu itu menjadi terbuang
Kelelahan, mungkin sebuah alasan
Tapi tak lagi, ketika kata 'cukup' darimu itu meluncur
Rindu ini kembali melebur
Tak lagi menjadi perjuangan 
Namun sebuah kesia-siaan.
Read More

Sunday, December 1, 2013

Falling In Love



Love makes you wonder and wait for that person.
 
Pernah merasakan debaran tak tentu pada hatimu?
Pernah merasakan khawatir yang sangat pada perasaanmu?
Pernah menangis tanpa tau penyebabnya?
Pernah tersenyum sendiri tanpa alasan yang jelas?
Jatuh Cinta...
Apa kalian pernah jatuh cinta?
Bagaimana perasaanmu?

Aku pernah.
Aku bahagia.
Aku sedih.

Bagimu, perasaan itu adalah istimewa.
Bagiku juga.

Dan cinta membuatku penasaran, membuatku menunggu seseorang.
Selama apapun kau menunggu, cinta akan menguatkanmu.

Namun, tak lagi.
Saat penantianmu itu berbalas penyesalan.
Saat dia yang kau tunggu, tak datang padamu.
Dan ini akan berakhir mengecewakan.
Menyedihkan,
Sesedih anak domba yang terpisah dari gerombolan dan hilang di padang ilalang, sendiri, tanpa ada pertolongan.

Don't searching for the answer. Don't looking for the truth. Because love, has own definition.
Read More

Thursday, November 7, 2013

Lagi-lagi Mimpikan Dia



Hari yang melelahkan.
Pagi bekerja dan malam kuliah. Ya. ini adalah rutinitasku setiap hari setahun ini. Aku ingin mengejar masa depan, tapi aku juga butuh dana untuk memenuhi kebutuhanku. 

Aku sangat suka tidur. Terlebih saat waktu tidurku hanya terbatas 3 jam atau 5 jam saja perhari. Kantung mataku semakin hari semakin menggelap. Bahkan aku layak disebut si Mata Panda.  

Akhir-akhir ini aku sering memimpikannya. Aku mengenalnya, dia juga mengenalku. Hubungan kami hanya sebatas teman. 
Tapi, entah mengapa perasaan yang muncul dalam hatiku mengatakan ini tak hanya sebatas teman. Aku memandangnya lebih dari teman.
Suatu saat aku tau, ternyata dia sudah mempunyai seorang kekasih. 
Lalu, aku hanya diam.
Mereka pantas. Mereka cocok satu sama lain. Dan mereka serasi satu sama lain. Terlebih mereka mencintai satu sama lain.
Selain diam, aku juga sangat pengecut. Menyembunyikan perasaan yang jelas-jelas tertanam bertahun-tahun.
Aku tidak merasa ini sakit. Aku hanya kecewa pada diriku sendiri.
Beberapa saat yang lalu, aku berniat melupakannya. Berniat tak menemuinya. Berniat membiarkan luka yang ada di hati ini tertutup sendiri.
Tetapi, hal itu selalu gagal. Saat yang tak disangka-sangka, dia secara tiba-tiba muncul dihadapanku, lalu bagaimana aku bisa menghindar? Hal itu terus saja berlangsung selama beberapa waktu.
Untuk memastikan hatiku tidak tersakiti lagi dan aku menjadi terlalu ge-er, aku menyebutnya hanya sebatas kebetulan. Yeah, Just coincidence.. baby!
Hingga, beberapa minggu, dia selalu hadir dalam mimpiku. Sejujurnya, aku sudah tidak memikirkannya, sudah banyak hal untuk ku pikirkan. Memikirkannya hanya membuang tenaga dan waktu saja. Lalu, aku bertanya pada salah seorang temanku. Dia mengatakan, mungkin saja aku merindukannya. Oh.. Hell! Imposible..! . Memikirkannya pun tidak, lalu bagaiman aku bisa merindukannya?
Temanku mengatakan, mungkin saja dalam pikiranmu tidak merindukannya, tapi dalam hatimu dan dirimu yang terdalam kamu merindukannya.
Dan, mungkin saja temanku benar. Ini bukan tentang apa yang ada di pikiran. Tapi apa yang ada dalam dirimu. Apa yang sedang terjadi dalam diriku?


Read More

Monday, September 9, 2013

Rapuh

Karena, singgah di hatimu itu begitu sulit
Karena, aku tak sekuat baja yang meski terbanting dan terpukul tidak akan patah..
Karena, hatiku serapuh daun kering yang terkena angin..
Ikut terbang saat angin bertiup pelan..
Lalu, harus berbuat apa?
Salah si cupid cinta yang menembakan panah asmara kepada orang yang tak mudah aku jangkau bahkan aku raih..


Read More

Tuesday, October 2, 2012

About Feeling

 
 
Sekarang semua terlihat sia sia
Aku akan berusaha untuk menjinakan hatiku ini..
Ini seperti kau akan pergi ke suatu tempat yang tidak bisa aku gapai.
Jadi sebelum itu lebih menyakitkan maka aku akan lebih dulu melepaskan dirimu..
 
Hatiku yang terdalam ini, tidak tau. 
Tapi aku akan berusaha dan bersikap bahwa aku juga tidak tau apa yang terjadi
Aku merasa bahwa mencintaimu itu sangat menyakitkan, jadi aku menghindar kesuatu tempat dimana aku bisa menghindari perasaanku..
 
Walaupun sekarang aku berusaha melupakannmu, memori bersamamu itu tetap ada dan itu membuatku sedih..
 
 
 
Aku ingin semua memori bersamamu itu terlupakan dan masuk kedalam lubang besar.
Tapi entah mengapa memori bersamamu itu tetap di kepalaku.
Apakah aku akan bisa melupakanmu seperti ini?
 
Seseorang yang harus ada disampingmu adalah orang yang lebih baik dari pada aku.
Karena dia adlah orang yang mirip dengan mu
 
Aku ingin berhenti sekarang.
Berhenti sebelum cinta itu terasa lebih sakit.
 
Walaupun aku merasa sengsara karena ini, ini terasa terpukul oleh batu, dan juga terjauh.
 
Cintaku yang sengsara ini tidak bisa mendengarkan apa yang aku katakan.
Cintaku yang sengsara ini bahkan tidak bisa aku jaga.
Aku tidak dapat melupakannya atau membuangnya begitu saja
 
Aku tidak dapat menerima ini. Bahkan walupun aku tau bahwa hatiku akan terpecah, aku tetap saja tidak dapat pergi darimu.
 
inspirasi by Oh Hani's Diary
Read More
Powered by Blogger.

Translate

Blog Archive

Teman