Showing posts with label hati. Show all posts
Showing posts with label hati. Show all posts

Wednesday, December 12, 2012

Unconditional Love?



Ini hanya sebuah cerita. Jangan artikan sebagai nyata.
Namun terkadang hal ini sering berada pada sebuah kenyataan.
Aku ingin bercerita tentang sebuah cinta.
Sebuah cinta tanpa syarat.
Ketika jantungmu berdetak, ragamu kaku, dan mulutmu tak mampu berbicara.
Ketika seorang yang terpanggil mendatangimu.
Dan kamu tak tau apakah orang itu tulang rusukmu.
Terpesona, dan tergoda untuk bermain-main dengan arti suka. Tertarik.
Dan tak dinyana hatimu mulai terbuka.
Bibirmu tersungging dan sebuah senyuman muncul.
Setiap melihatnya, kamu hanya terdiam. Bukan tak tahu melainkan kaku.
Jatuh cinta tak mengenal kata waktu.
Namun, ketika kata waktu sedikit menjadi gangguan buatmu.
Sekali lagi jangan salahkan waktu.
Terima itu sebagai jalan.
Jalan awal saat kamu mulai merasakan arti cinta.
Jatuh cinta tak memerlukan biaya, namun hati yang menjadi jaminan.
Ya.. dan akhirnya kamu benar-benar mencintainya.
Mencintai melebihi dari apa yang sebelumnya pernah kamu cintai.
Cinta tak mengenal kata syarat.
Namun ketika hati orang yang kamu cintai telah tertempati, apakah cinta ini akan tetap berlanjut?
Sekali lagi, cinta tak mengenal kata syarat.
Mencintai adalah sebuah ketulusan.
Menyayangi dan menempatkannya pada singgasana hati kita yang terdalam.
Namun, yang menjadi menyedihkan lagi adalah saat kamu tak mampu mengatakan itu.
Perasaanmu boleh saja sebesar gunung yang tak mampu dicapai.
Sedalam lautan yang tak terjamah.
Namun, semua itu tidak akan terkatakan jika kamu tak mengatakan.
Dan sekali lagi, cinta adalah sebuah keikhlasan.
Keikhlasan menerima dan tak menyesali ketika tak tersengaja hatimu terluka.



Read More

Friday, November 2, 2012

Perahu Kita


Ah.. Luka itu lagi..
Seharusnya aku mendengar otak ini bicara..
Bukan hati yang meronta
Tak sepantasnya kita ulang cerita itu lagi
Bukankah kita sama-sama tahu..
Cerita itu, kini telah berlalu bersama perahu yang kita hanyutkan bersama.
Kau ingin memulai cerita kita bersama lagi?
Namun, apa bisa perahu itu kau kembalikan lagi..
Benar, ini tak akan mudah
Kerikil tajam telah menancap di kakiku..
Dan aku susah untuk berjalan.. apa bisa kau menuntunku?
Ingatlah, bukan hanya aku yang terluka disini..
Tapi dia-mu telah menunggu..
Read More
Powered by Blogger.

Translate

Blog Archive

Teman