Monday, November 11, 2013

[Book] Rich Dad Poor Dad


Tentu, sudah pada banyak yang tahu tentang buku terlaris milik 'Robert Kiyosaki' berjudul 'Rich Dad Poor Dad'. Buku ini begitu banyak diminati termasuk saya sendiri. Buku yang menceritakan seorang anak yang mempunyai 2 orang ayah. Namun, kedua ayahnya mempunyai sudut pandang yang berbeda terhadap cara mereka hidup dan menghasilkan uang.

Ayahnya yang miskin selalu mengajarkan dia untuk belajar yang giat sehingga dapat menemukan sebuah perusahaan yang baik untuk bekerja.

Ayahnya yang kaya mengajarkan dia untuk belajar yang giat untuk menemukan sebuah perusahaan yang baik untuk dapat dia beli.
Dalam hal ini, sangat terlihat perbedaan pemikiran kedua Ayah tersebut.

Suatu kali Ayah yang satu berkata, bekerjalah untuk menghasilkan uang. Yang satu lagi berkata, bekerjalah untuk belajar cara menghasilkan uang. Satu pemikiran yang berbeda konteks.

Point #1 
Bekerjalah untuk menghasilkan uang. Menurut pengertian saya, disini kita disuruh untuk bekerja bagaimanapun caranya yang nantinya akan menghasilkan uang. Disini mengfokuskan untuk bekerja dan menyelesaikan pekerjaan. Contoh: Si A bekerja pada sebuah perusahaan, dia mempunyai tugas untuk menyelesaikan pembukuan. Jadi dia hanya terfokus pada pekerjaan pembukuan. Jika itu selesai, ya sudah. Intinya dia bekerja dan mendapatkan uang sebagai hasil pekerjaannya.

Poin #2

Bekerjalah untuk belajar cara menghasilkan uang. Menurut pengertian saya, disini kita tidak hanya disuruh untuk bekerja saja, namun kita juga harus belajar dari sistem pekerjaan kita sehingga kita dapat meniru atau bahkan mempunyai suatu ide baru untuk membangun perusahaan kita sendiri. Dengan begitu, kita tidak hanya menghasilkan uang, tetapi juga mendapatkan ilmu dari pekerjaan kita saat ini yang nantinya dapat kita gunakan dalam membuat usaha sendiri. Contoh: Si B bekerja pada sebuah bengkel sebagai tukang las. Dia menyelesaikan pekerjaannya, tetapi dia juga belajar bagaimana pelanggan tertarik pada bengkel tersebut padahal banyak bengkel yang lebih bagus. Dia juga belajar dari rekan-rekannya yang berbeda jenis pekerjaannya. Secara tak langsung dia mendapatkan ilmu dan menambah keahliannya dalam perbengkelan.

Kita tidak tahu kapan perusahaan tempat kita bekerja akan bangkrut yang berimbas dengan kelangsungan hidup kita. Jika kita hanya menggantungkan hidup kita dengan pekerjaan kita sekarang, apakah pekerjaan itu benar-benar dapat dijagakan? Setidaknya kita mempunyai keahlian dan kemampuan yang lebih untuk berjaga-jaga. Dan apakah kita tetap akan menjadi seorang pekerja seumur hidup kita atau seorang bos yang mempunyai banyak pekerja. Itu adalah sebuah pilihan bagi hidup kita sendiri.


Robert kiyosaki dalam bukunya menyebutkan, salah satu ayahnya mengatakan 'Uang adalah bentuk kekuasaan, tetapi yang lebih kuat adalah pendidikan Finansial.'

Saya setuju dengan pernyataan itu. Jika kita mempunyai pendidikan cara mengelola uang, tentunya kita tak perlu banyak dipusingkan dengan persoalan akan uang. Tidak dapat dipungkiri, uang memang kekuatan segalanya dalam sendi kehidupan ini. Uang sering kali mempermainkan hidup kita. Tapi jika kita dapat mengelolanya dengan baik, menghandle uang tersebut, tentu saja kekuatan itu akan ada pada kita. 

Saya ingin membahas hal-hal penting dalam buku ini, tetapi kelihatannya akan banyak sekali dan akan meluber kemana-mana. Jadi lebih baik, tulisan ini akan saya lanjutkan kemudian hari..
Reactions:

2 comments:

  1. 'Uang adalah bentuk kekuasaan, tetapi yang lebih kuat adalah pendidikan Finansial.' i love this words :))))) so i love akuntansii :*

    ReplyDelete

Powered by Blogger.

Translate

My photo

semua berawal dari mimpi, semua berakhir dengan mimpi.

Blog Archive

Teman