Monday, April 25, 2016

Jodoh kamu siapa?



Jodoh tak harus orang yang kamu sukai, tapi yang benar-benar membahagiakan mu sampai akhir. Jodoh tak perlu orang kau kenal, karena dia akan tiba-tiba datang terhadapmu dan hatimu setuju.
Jodoh? Siapa orang yang tau?
Bahkan ketika kamu yakin orang yang disandingmu jodohmu kelak, kau hanya berharap.
Penentuan akhir adalah ketika kedua orang tua kalian saling setuju, saling memberi restu.
Akan lebih baik cinta bertepuk sebelah tangan, tapi tidak untuk cinta tanpa restu.
Jodoh adalah cerminan dirimu sendiri.
Kamu baik, maka jodohmu kelak juga baik.
Kamu baik. Ternyata jodohmu tak sebaik yang kamu kira, ada 2 kemungkinan: 1) dia belum jodohmu. 2) kamu kurang bersyukur dan berekspektasi lebih.

Ah jodoh..
Bagi jomblo labil seperti saya, saya juga sering bertanya-tanya.
Apakah jodohku adalah dia? (seseorang yang selama ini mengisi pikiran dan hati saya, begitu juga doa-doa saya)
Ataukah dia? (saya tidak tau siapa, kemungkinannya dia mengenal saya dan dia selalu berdoa setiap malam untuk saya)
Ataukah dia? (saya tidak tahu siapa, dia juga tidak tahu saya siapa, namun karena takdir Tuhan kami dipertemukan)
Rumit bukan yang ada dalam pikiran saya ini?
Lalu saya ingat, bahwa pemikiran seperti itu tidaklah ada gunanya, kenapa?
Karena berpikir saja tak akan mendekatkan jodohmu, tak akan pula memperbaiki jodohmu.
Satu-satunya cara adalah mendekatkan diri kepada pencipta-Nya, dan memperbaiki dirimu lebih baik lagi.
Jodohmu adalah cerminan dirimu sendiri.

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Translate

Blog Archive

Teman