Tuesday, November 6, 2012

Menulis itu Gampang !

Menulis itu memang nggak gampang, butuh daya imajinasi yang kuat juga improvisasi disetiap karakter dan situasi yang akan ditulis, sehingga para pembaca juga ikut terhanyut dalam sebuah cerita didalamnya. Tidak hanya itu, sebuah tema dan alur juga mendukung keberhasilan setiap tulisan kita.
Sebelum memikirkan itu semua, apa kamu pernah coba-coba untuk menulis? entah itu sebuah cerpen ataupun novel?
Suatu hari kamu punya ide untuk buat cerita, terus kamu mencoba menuangkannya dalam sebuah tulisan dan kamu akhirnya menulis. Menulis dan menulis sesuai apa yang ada dipikiran kamu, tapi ternyata di tengah-tengah kamu berhenti, karena kamu nggak ada mood dan juga udah bingung gimana kelanjutan ceritanya. Nah.. kalau sampai seperti ini, maka tulisan kamu nggak bakal selesai. Mau nunggu sampai kapan? Menunggu mood kamu kembali? Tapi kamu nggak tau kan mood kamu kembalinya kapan. Mungkin bisa sebulan, setahun atau malah beberapa tahun.
Tadi pagi, aku men-stalk sebuah timeline twitter seorang penulis.
Dia udah menulis banyak buku, dan tulisan-tulisannya banyak di publikasiin oleh majalah-majalah dan surat kabar harian.
Iya.. dalam akun twitter nya namanya @69 (benzbara).
Tau dong Radio Galau FM yang udah di jadiin film, itu bukunya juga yang menulis kakak satu ini lho. Dan baru-baru ini bukunya yang Kata Hati katanya juga mau di bikin film. Waaah.. keren ya !!
Nah.. tadi pagi kakak @69 (benzbara) ini kasih beberapa tips, buat kamu yang pengen nulis.
Oke langsung saja.. Tips dari kakak Bara dengan hastag #nulis #disiplin #outline :)
 
 @69 (benzbara)
 
 
  1. Saya bicara dalam konteks novel ya. Karena tulisan dalam format ini yang sangat membutuhkan - sebab panjang.
  2. Sama kayak ngerjain skripsi (eaaa... Pasti banyak yg tersinggung), novel juga harus (1) Pasang target.
  3. Pasang target kamu ingin menyelesaikan novelmu kapan. Sebulan dari sekarang? Dua bulan? Tiga bulan?
  4. Perkara nanti target itu tercapai atau tidak, urusan belakangan. Yang penting kamu sudah punya patokan waktu.
  5. Dengan memiliki target, kamu otomatis akan berusaha mencapai target tersebut. Kamu punya goal, punya arah.
  6. Setelah pasang target waktu, pasang target halaman. Rata-rata novel 80-150 halaman. Kamu ingin setebal apa novelmu?
  7. Perkara nanti jadinya melenceng dari target, menjadi lebih tebal atau kurang, yang penting kamu punya target dulu.
  8. Misal novel kamu setebal 120 halaman A4. Kamu tiap hari cukup 2 halaman, 2 bulan novel kamu udah jadi.
  9. Beruntung kalau misalnya ada hari yang kamu bisa lebih dari 2 halaman, target kamu akan tercapai dengan lebih cepat.
  10. Saya menghukum diri saya untuk lebih banyak halaman, jika di hari sebelumnya saya tidak menulis sama sekali.
  11. Kebingungan di tengah jalan saat itu pasti. dan target itu lah yang memacu kamu untuk terus berpikir. |
  12. Kalau kamu nggak 'memaksa' diri kamu untuk membuat target dan mencapainya, saya tanya deh, kapan novel kamu mau kelar?
  13. Susah? Ya emang. Siapa bilang novel itu gampang.
  14. Kalau susahnya bikin kamu berhenti novel kamu, ya silakan. Kalau mau selesai, ya teruskan. Your choice.
  15. Mau ngikutin kehendak hati dan so-called-mood? Silakan. Kabarin saya kalau novelnya udah jadi ya. |
  16. Banyak yang ngeluh di tengah jalan suka bingung nentuin ending. Itu karena kamu nggak punya dasar cerita dan kerangka.
  17. Nah ini jadi loncat ke topik lain ya. udah cukup tadi, sekarang pindah ke kerangka novel, atau .
  18. "Bang, gue suka bingung nentuin ending gimana." ... "Bang, di tengah jalan suka bingung mau ke mana." - Kamu punya belum?
  19. Sebelum mulai sebuah novel, kamu bikin sinopsis dulu. Ringkasan cerita dari awal hingga akhir.
  20. Kalau sudah bikin sinopsis (yang isinya adalah ringkasan cerita hingga akhir) mestinya nggak bingung lagi endingnya gimana.
  21. Perkara nanti di tengah jalan kamu mau mengubah endingnya, nggak masalah. Yang penting kamu sudah punya patokan dulu.
  22. Setelah punya sinopsis, kamu 'pecah' sinopsis tersebut menjadi - Outline adalah ringkasan isi tiap bab. Kerangka.
  23. Dengan , cerita kamu menjadi lebih terarah, sistematis, dan meminimalisir kebingungan yang kamu keluhkan tadi.
  24. Secara singkat, adalah gambaran adegan tiap bab dalam bentuk poin-poin. Ini contoh sederhananya:  
  25. Ini adalah contoh lain dari  
  26. Ibarat tukang jahit, itu semacam polanya. Kamu sulit menjahit pakaian tanpa membuat polanya terlebih dahulu.
  27. Ibarat tubuh manusia, itu semacam kerangka, tulangnya. Tubuh kamu nggak akan bisa berdiri tegap tanpa tulang.
  28. Bahkan orang yang mengaku menulis dengan spontan pun, tetap membutuhkan atau kerangka cerita.
  29. Tidak memiliki itulah yang membuat kamu sering kehilangan arah dalam menulis novel.
  30. Jadi, tahap yg saya lakukan adalah: Membuat sinopsis >> memecahnya jadi poin-poin dalam >> menguraikannya jadi cerita.
 
 
 
Reactions:

9 comments:

  1. jadi pingin nulis novel nih.. hmm..

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayo bang ndop.. bikin novel vector mu.. hehehe..

      Delete
  2. Jadi pingin nerbitin buku :D maen ke blog gw yuk :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. tadi aku ngintip postingan kamu yang seminar bareng alit SHITLICIOUS, wah keren ya.. kemaren pas di uny aku gak bisa ikut. hehe

      Delete
  3. bener-bener tips yang berguna. Moga aja bisa dipraktekin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, semoga bisa berguna. Ayo kita praktekin sedikit demi sedikit :)

      Delete
  4. bagus-bagus, inspiratif, bisa langsung dicoba, tapi kayaknya tunggu dulu....!!!

    ReplyDelete
  5. Kalo saya sih nulis suka seenak aja mas. Abis klo serius amat susah..hehehe

    www.echa-si.cowok-feminim.com

    ReplyDelete

Powered by Blogger.

Translate

My photo

semua berawal dari mimpi, semua berakhir dengan mimpi.

Blog Archive

Teman